Padang (UNAND) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ºÚÁϸ£ÀûÉç (UNAND) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Summer Course FISIP ºÚÁϸ£ÀûÉç 2026. Mengusung tema Understanding Indonesian Sociocultural and Political Dynamics: Focus on Minangkabau Society, program yang berlangsung dari 23-30 Juni 2026 diikuti oleh 33 peserta internasional berasal dari China, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Malaysia, Timor-Leste, Gambia, Nigeria, India, Bangladesh, dan Pakistan.
Ketua Panitia, Dr. Noviy Hasanah, S.Sos., M.Hum., menjelaskan bahwa Summer Course menjadi bagian dari upaya FISIP UNAND memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkenalkan nilai-nilai sosial dan budaya Indonesia kepada masyarakat global.
"Melalui Summer Course, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memungkinkan peserta berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kehidupan sosial dan budaya Minangkabau," ujarnya.
Program ini dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNAND Dr. Jendrius, M.Si., didampingi Wakil Dekan I Dr. Tengku Rika Valentina, S.IP., M.A. dan Wakil Dekan II Dr. Yevita Nurti, M.Si. Dekan FISIP menegaskan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama antarlembaga, tetapi juga melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan budaya yang memperluas perspektif akademik serta mempererat hubungan lintas negara.
Selama kegiatan, peserta mengikuti kuliah dan diskusi interaktif bersama dosen UNAND (Dirwan Ahmad Darwis, Ph.D, Prof. Dr. rer.soz. Nursyirwan Effendi, Andhik Beni Saputra, S.IP, M.A. Prof. Dr. Zainal Arifin, M.Hum dan Prof. Dr. Ike Revita, M.Hum) yang membahas tradisi merantau, sistem adat dan matrilineal Minangkabau, relasi adat dan negara, demokrasi di Indonesia, hingga peran perempuan dalam masyarakat Minangkabau. Diskusi juga menjadi ruang bagi peserta untuk membandingkan dinamika sosial di Indonesia dengan kondisi di negara asal masing-masing.

Pembelajaran di kelas dipadukan dengan field trip ke Istano Basa Pagaruyung, Desa Wisata Kubu Gadang, Museum Adityawarman, dan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Di Kubu Gadang, peserta mengikuti tradisi Makan Bajamba, berlatih Randai, membuat pupuik, serta belajar memasak kuliner tradisional bersama masyarakat setempat.
Selain itu, juga berkunjungan ke Museum Adityawarman, Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, salah satu ikon arsitektur Kota Padang yang mencerminkan perpaduan nilai religius, budaya, dan kemajuan pembangunan daerah. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai pelestarian budaya Minangkabau sekaligus memperkuat interaksi lintas budaya.
Melalui perpaduan pembelajaran akademik dan pengalaman budaya, Summer Course FISIP ºÚÁϸ£ÀûÉç 2026 diharapkan terus menjadi wadah kolaborasi internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau sebagai bagian dari diplomasi akademik ºÚÁϸ£ÀûÉç di tingkat global.(*)
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik
Ìý Ìý
