Kepakaran - 黑料福利社 黑料福利社, abbreviated Unand, is an accredited public university in West Sumatra, Indonesia. Known in science, technology, and social sciences. /berita/kepakaran.feed 2026-07-24T17:04:59+07:00 黑料福利社 Joomla! - Open Source Content Management Benarkah Viroid Hanya Menginfeksi Tanaman? 2026-07-22T10:26:00+07:00 2026-07-22T10:26:00+07:00 /berita/kepakaran/1951-unand-pertanian-viroid-tanaman.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Ketika berbicara tentang penyakit tanaman, sebagian besar orang mungkin langsung membayangkan serangan jamur, bakteri, atau virus. Namun, di balik organisme-organisme tersebut terdapat kelompok agen infeksi yang jauh lebih sederhana dan misterius, yaitu viroid. Selama puluhan tahun ilmuwan menganggap viroid adalah patogen tanaman. Kini muncul bukti bahwa molekul RNA sederhana tersebut mampu berpindah ke organisme yang berasal dari kerajaan kehidupan berbeda, yaitu fungi. Temuan ini mengubah salah satu asumsi mendasar dalam patologi tumbuhan bahwa batas inang viroid tidak sesempit yang selama ini diyakini.</p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Ketika berbicara tentang penyakit tanaman, sebagian besar orang mungkin langsung membayangkan serangan jamur, bakteri, atau virus. Namun, di balik organisme-organisme tersebut terdapat kelompok agen infeksi yang jauh lebih sederhana dan misterius, yaitu viroid. Selama puluhan tahun ilmuwan menganggap viroid adalah patogen tanaman. Kini muncul bukti bahwa molekul RNA sederhana tersebut mampu berpindah ke organisme yang berasal dari kerajaan kehidupan berbeda, yaitu fungi. Temuan ini mengubah salah satu asumsi mendasar dalam patologi tumbuhan bahwa batas inang viroid tidak sesempit yang selama ini diyakini.</p> Bersiap Menghadapi Panas Ekstrem 2026-07-15T08:28:13+07:00 2026-07-15T08:28:13+07:00 /berita/kepakaran/1926-unand-panas-ekstrem-bmkg.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Gelombang panas yang terjadi di Eropa memberi pelajaran penting bagi Indonesia. Panas ekstrem bukan sekadar cuaca gerah, tetapi dapat berubah menjadi ancaman kesehatan publik. Indonesia kemungkinan tidak akan mengalami gelombang panas persis seperti di Eropa. Di benua itu, gelombang panas biasanya tampak sebagai lonjakan suhu yang tajam dari kondisi normal. Indonesia berbeda. Kita beriklim tropis, tidak mengenal empat musim yang kontras, dan suhu harian relatif tinggi sepanjang tahun dengan rata-rata 25-30掳C pada kondisi normal.&nbsp; Walaupun tidak ada gelombang panas, suhu ekstrem sangat mungkin terjadi. &nbsp;Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pernah mencatat suhu ekstrem di Indonesia antara 35.0掳C hingga 38.6掳C, saat puncak musim kemarau atau pancaroba.</p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Gelombang panas yang terjadi di Eropa memberi pelajaran penting bagi Indonesia. Panas ekstrem bukan sekadar cuaca gerah, tetapi dapat berubah menjadi ancaman kesehatan publik. Indonesia kemungkinan tidak akan mengalami gelombang panas persis seperti di Eropa. Di benua itu, gelombang panas biasanya tampak sebagai lonjakan suhu yang tajam dari kondisi normal. Indonesia berbeda. Kita beriklim tropis, tidak mengenal empat musim yang kontras, dan suhu harian relatif tinggi sepanjang tahun dengan rata-rata 25-30掳C pada kondisi normal.&nbsp; Walaupun tidak ada gelombang panas, suhu ekstrem sangat mungkin terjadi. &nbsp;Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pernah mencatat suhu ekstrem di Indonesia antara 35.0掳C hingga 38.6掳C, saat puncak musim kemarau atau pancaroba.</p> Bioindikator Berkaki Enam 2026-07-14T17:05:49+07:00 2026-07-14T17:05:49+07:00 /berita/kepakaran/1925-unand-bioindikator-berkaki-enam.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin peduli terhadap kualitas lingkungan. Sungai yang keruh segera dianggap tercemar, sementara air yang jernih sering diasumsikan aman. Hamparan sawah yang hijau dipersepsikan sebagai pertanian yang sehat, dan hutan yang masih tampak rimbun diyakini sebagai ekosistem yang tetap lestari. Penilaian seperti itu memang wajar, tetapi ilmu ekologi mengajarkan bahwa alam tidak pernah sesederhana apa yang terlihat oleh mata.</p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Beberapa tahun terakhir, masyarakat semakin peduli terhadap kualitas lingkungan. Sungai yang keruh segera dianggap tercemar, sementara air yang jernih sering diasumsikan aman. Hamparan sawah yang hijau dipersepsikan sebagai pertanian yang sehat, dan hutan yang masih tampak rimbun diyakini sebagai ekosistem yang tetap lestari. Penilaian seperti itu memang wajar, tetapi ilmu ekologi mengajarkan bahwa alam tidak pernah sesederhana apa yang terlihat oleh mata.</p> Potensi Limbah Ovarium RPH bagi Masa Depan Peternakan Indonesia 2026-07-10T08:34:18+07:00 2026-07-10T08:34:18+07:00 /berita/kepakaran/1919-potensi-limbah-ovarium-rph-reproduksi.html Humas <p><img src="/images/PAKAR/anandaftrn1.png" alt="Alt UNAND" width="700" height="394" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Ketika berbicara tentang peningkatan populasi ternak, perhatian publik biasanya tertuju pada ketersediaan indukan, kualitas pejantan, inseminasi buatan, pakan, dan manajemen pemeliharaan. Semua aspek tersebut memang penting. Namun, ada satu sumber daya biologis yang selama ini jarang dibicarakan, bahkan sering luput dari perhatian: ovarium sapi betina yang dipotong di rumah potong hewan atau RPH.</p> <p><img src="/images/PAKAR/anandaftrn1.png" alt="Alt UNAND" width="700" height="394" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Ketika berbicara tentang peningkatan populasi ternak, perhatian publik biasanya tertuju pada ketersediaan indukan, kualitas pejantan, inseminasi buatan, pakan, dan manajemen pemeliharaan. Semua aspek tersebut memang penting. Namun, ada satu sumber daya biologis yang selama ini jarang dibicarakan, bahkan sering luput dari perhatian: ovarium sapi betina yang dipotong di rumah potong hewan atau RPH.</p> Gegara Tagihan Pagi Sore: Ketika Narasi 鈥楽erumpun鈥 Runtuh oleh Stereotip Kuno 2026-07-09T08:31:23+07:00 2026-07-09T08:31:23+07:00 /berita/kepakaran/1918-unand-pagi-sore-rumah-makan-serumpun-pik.html Humas <p><img src="/images/PAKAR/donny.png" alt="Alt UNAND" width="800" height="447" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Sebuah insiden salah paham di salah satu restoran Padang paling ikonik di Jakarta beberapa waktu lalu memicu gelombang reaksi yang jauh melampaui urusan tagihan meja makan. Rumah Makan Pagi Sore cabang Pantai Indah Kapuk (PIK) menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf resmi setelah salah menuduh rombongan turis asal Malaysia belum membayar tagihan makan sebesar Rp 907.500 pada Rabu (13/5). Ramai disoroti perseteruan antara turis Malaysia dengan restoran Pagi Sore cabang PIK ini diawali dari tuduhan tak bayar makan oleh pihak manajemen rumah makan.</p> <p><img src="/images/PAKAR/donny.png" alt="Alt UNAND" width="800" height="447" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Sebuah insiden salah paham di salah satu restoran Padang paling ikonik di Jakarta beberapa waktu lalu memicu gelombang reaksi yang jauh melampaui urusan tagihan meja makan. Rumah Makan Pagi Sore cabang Pantai Indah Kapuk (PIK) menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf resmi setelah salah menuduh rombongan turis asal Malaysia belum membayar tagihan makan sebesar Rp 907.500 pada Rabu (13/5). Ramai disoroti perseteruan antara turis Malaysia dengan restoran Pagi Sore cabang PIK ini diawali dari tuduhan tak bayar makan oleh pihak manajemen rumah makan.</p> Saluak, Sorban, dan Bundo Kanduang di Pilwana 2026-07-06T15:32:09+07:00 2026-07-06T15:32:09+07:00 /berita/kepakaran/1908-unand-pilwana-pariaman-datuak-bundo-kanduang.html Humas <p><img src="/images/PAKAR/SADRI.png" alt="Alt UNAND" width="501" height="301" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman baru saja menggelar Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak pada tanggal 27 Juni tahun 2026. Sebanyak 73 dari 103 nagari ikut ambil bagian. Di tengah riuh rendah kontestasi itu ada fenomena menarik untuk dibaca lebih dalam, yaitu respons pemilih terhadap kandidat yang berasal dari kalangan pemilik saluak (datuak), pemilik sorban (alim ulama) dan bundo kanduang (perempuan) ?</p> <p><img src="/images/PAKAR/SADRI.png" alt="Alt UNAND" width="501" height="301" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman baru saja menggelar Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak pada tanggal 27 Juni tahun 2026. Sebanyak 73 dari 103 nagari ikut ambil bagian. Di tengah riuh rendah kontestasi itu ada fenomena menarik untuk dibaca lebih dalam, yaitu respons pemilih terhadap kandidat yang berasal dari kalangan pemilik saluak (datuak), pemilik sorban (alim ulama) dan bundo kanduang (perempuan) ?</p> Benner Cycle, Konflik Timur Tengah, dan Peluang Emas Petani Karet 2026-07-05T08:28:51+07:00 2026-07-05T08:28:51+07:00 /berita/kepakaran/1905-unand-pertanian-pangan-karet-sumatra.html Humas <p><img src="/images/PAKAR/paresit.png" alt="Alt UNAND" width="228" height="144" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">"Papan hasil lelang karet di Sembawa, Sumatera Selatan, menunjukkan harga penawaran tertinggi mencapai Rp21.289 per kilogram pada awal Juni 2026. Kenaikan harga yang terjadi sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik Timur Tengah mengingatkan pada pola siklus komoditas yang pernah dijelaskan dalam Benner Cycle. Bagi petani karet Indonesia, momentum ini dapat menjadi peluang emas untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat daya saing sektor perkebunan rakyat."</p> <p><img src="/images/PAKAR/paresit.png" alt="Alt UNAND" width="228" height="144" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">"Papan hasil lelang karet di Sembawa, Sumatera Selatan, menunjukkan harga penawaran tertinggi mencapai Rp21.289 per kilogram pada awal Juni 2026. Kenaikan harga yang terjadi sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global akibat eskalasi konflik Timur Tengah mengingatkan pada pola siklus komoditas yang pernah dijelaskan dalam Benner Cycle. Bagi petani karet Indonesia, momentum ini dapat menjadi peluang emas untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat daya saing sektor perkebunan rakyat."</p> Mengapa Kita Sulit Netral di Media Sosial? 2026-07-03T10:09:54+07:00 2026-07-03T10:09:54+07:00 /berita/kepakaran/1900-unand-komunikasi-netral-media-sosial.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Coba ingat kembali: kapan terakhir kali Anda menyaksikan sebuah unggahan membelah linimasa menjadi dua kubu yang saling serang? Mungkin kemarin. Mungkin beberapa jam lalu. Polanya selalu terasa familiar, sebuah video beredar, judul yang provokatif, dan dalam dua jam kolom komentar sudah penuh sesak. Sebagian besar bukan berisi pertanyaan, melainkan vonis. Belum ada klarifikasi, belum ada investigasi, tetapi ribuan orang sudah menentukan siapa penjahatnya. Yang menarik bukan hanya betapa cepatnya ini terjadi, tapi juga betapa <em>wajarnya</em> semua ini terasa. Tidak ada yang merasa sedang melakukan sesuatu yang salah. Semua orang merasa sedang berada di sisi yang benar.</p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Coba ingat kembali: kapan terakhir kali Anda menyaksikan sebuah unggahan membelah linimasa menjadi dua kubu yang saling serang? Mungkin kemarin. Mungkin beberapa jam lalu. Polanya selalu terasa familiar, sebuah video beredar, judul yang provokatif, dan dalam dua jam kolom komentar sudah penuh sesak. Sebagian besar bukan berisi pertanyaan, melainkan vonis. Belum ada klarifikasi, belum ada investigasi, tetapi ribuan orang sudah menentukan siapa penjahatnya. Yang menarik bukan hanya betapa cepatnya ini terjadi, tapi juga betapa <em>wajarnya</em> semua ini terasa. Tidak ada yang merasa sedang melakukan sesuatu yang salah. Semua orang merasa sedang berada di sisi yang benar.</p> Sumitro dan Pergolakan Politik 2026-07-02T08:28:40+07:00 2026-07-02T08:28:40+07:00 /berita/kepakaran/1896-ekonomi-unand-soemitro-pergolakan-politik.html Humas <p><img src="/images/PAKAR/israr.jpg" alt="Alt UNAND" width="1400" height="836" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Setelah lama tidak, majalah <em>Tempo</em> pada Juni lalu kembali menerbitkan edisi biografi tokoh bangsa. Kali ini mengangkat dan menyoroti Sumitro Djojohadikusumo (1917-2001), ayah Presiden Prabowo Subianto, dengan judul sampul 鈥淓konom Pemberontak.鈥 Tidak hanya membahas pemikiran dan kontribusi Sumitro di bidang ekonomi, tetapi juga menyoroti berbagai peran dan sepak terjang sang tokoh dalam sejarah politik Indonesia.</p> <p><img src="/images/PAKAR/israr.jpg" alt="Alt UNAND" width="1400" height="836" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Setelah lama tidak, majalah <em>Tempo</em> pada Juni lalu kembali menerbitkan edisi biografi tokoh bangsa. Kali ini mengangkat dan menyoroti Sumitro Djojohadikusumo (1917-2001), ayah Presiden Prabowo Subianto, dengan judul sampul 鈥淓konom Pemberontak.鈥 Tidak hanya membahas pemikiran dan kontribusi Sumitro di bidang ekonomi, tetapi juga menyoroti berbagai peran dan sepak terjang sang tokoh dalam sejarah politik Indonesia.</p>