Opini - 黑料福利社 黑料福利社, abbreviated Unand, is an accredited public university in West Sumatra, Indonesia. Known in science, technology, and social sciences. /berita/opini.feed 2026-07-24T17:04:50+07:00 黑料福利社 Joomla! - Open Source Content Management Ketika Nama Berbohong pada Fakta: Ironi Istilah Astronomi dan Krisis Literasi Sains 2026-06-01T09:58:24+07:00 2026-06-01T09:58:24+07:00 /berita/opini/1868-unand-astronomi-krisis-literasi-sains.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Bahasa adalah jembatan bagi manusia untuk memahami alam. Namun, dalam dunia astronomi, jembatan ini sering kali justru menyesatkan. Ada sebuah ironi di mana istilah-istilah yang kita gunakan sehari-hari justru bertolak belakang dengan realitas fisika yang terjadi di atas cakrawala. Sebagai seorang akademisi yang terbiasa bekerja dengan data presisi, saya merasa penting untuk meluruskan distorsi bahasa ini agar publik tidak terus terjebak dalam pemahaman yang romantis, namun keliru secara sains.</p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Bahasa adalah jembatan bagi manusia untuk memahami alam. Namun, dalam dunia astronomi, jembatan ini sering kali justru menyesatkan. Ada sebuah ironi di mana istilah-istilah yang kita gunakan sehari-hari justru bertolak belakang dengan realitas fisika yang terjadi di atas cakrawala. Sebagai seorang akademisi yang terbiasa bekerja dengan data presisi, saya merasa penting untuk meluruskan distorsi bahasa ini agar publik tidak terus terjebak dalam pemahaman yang romantis, namun keliru secara sains.</p> Bumi yang Bulat dan Jebakan Logika "Wukuf Serentak": Kritik atas Penyeragaman Waktu Ibadah 2026-05-26T21:41:20+07:00 2026-05-26T21:41:20+07:00 /berita/opini/1862-wukuf-ibadah-bumi-bulat-jebakan-logika.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Jika saja bumi ini datar, mungkin hidup kita jauh lebih sederhana. Kita bisa menetapkan satu waktu global yang seragam, tanpa perlu pusing memikirkan perbedaan zona waktu atau rotasi planet. Namun, realitasnya, All膩h </span><span style="font-weight: 400;">锓</span><span style="font-weight: 400;"> menciptakan bumi dalam bentuk sferis鈥攂ulat. Konsekuensi dari bentuk geometris ini sangat mutlak: waktu matahari terbit dan terbenam akan selalu berbeda di setiap garis bujur. Ini bukan sekadar teori, melainkan hukum alam yang presisi dan tak terelakkan.</span></p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Jika saja bumi ini datar, mungkin hidup kita jauh lebih sederhana. Kita bisa menetapkan satu waktu global yang seragam, tanpa perlu pusing memikirkan perbedaan zona waktu atau rotasi planet. Namun, realitasnya, All膩h </span><span style="font-weight: 400;">锓</span><span style="font-weight: 400;"> menciptakan bumi dalam bentuk sferis鈥攂ulat. Konsekuensi dari bentuk geometris ini sangat mutlak: waktu matahari terbit dan terbenam akan selalu berbeda di setiap garis bujur. Ini bukan sekadar teori, melainkan hukum alam yang presisi dan tak terelakkan.</span></p> 鈥淪abit Jirus鈥 di Langit Nanggalo: Membaca Jam Alam dengan Nalar dan Data 2026-05-13T11:14:25+07:00 2026-05-13T11:14:25+07:00 /berita/opini/1835-unand-jam-alam-nalar-data.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Pukul 05:44 WIB, di sebuah sudut di Nanggalo, waktu seolah berhenti sejenak. Dalam apa yang sering saya sebut secara seloroh sebagai Nanggalo State Time (NST), saya berdiri di halaman rumah dengan sebuah gawai sederhana鈥攜ang sering kita labeli "HP C1na"鈥攎engarahkan lensa ke ufuk timur. Di sana, di ketinggian 53掳49', seiris cahaya melengkung indah di penghujung fajar. Bagi mata awam, itu mungkin hanya "bulan sabit". Namun, bagi nalar yang terbiasa membaca data, lengkungan itu adalah sebuah pesan penting tentang keteraturan alam semesta (<em>Sunnatull膩h</em>) yang sering kali kita salah pahami.</p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Pukul 05:44 WIB, di sebuah sudut di Nanggalo, waktu seolah berhenti sejenak. Dalam apa yang sering saya sebut secara seloroh sebagai Nanggalo State Time (NST), saya berdiri di halaman rumah dengan sebuah gawai sederhana鈥攜ang sering kita labeli "HP C1na"鈥攎engarahkan lensa ke ufuk timur. Di sana, di ketinggian 53掳49', seiris cahaya melengkung indah di penghujung fajar. Bagi mata awam, itu mungkin hanya "bulan sabit". Namun, bagi nalar yang terbiasa membaca data, lengkungan itu adalah sebuah pesan penting tentang keteraturan alam semesta (<em>Sunnatull膩h</em>) yang sering kali kita salah pahami.</p> Badai di Ujung Selat: Menguji Ketangguhan Fiskal dan Geopolitik Indonesia 2026-04-30T14:00:53+07:00 2026-04-30T14:00:53+07:00 /berita/opini/1805-ujian-fiskal-indonesia-geopolitik.html Humas <p><img src="/images/PAKAR/benny1.jpg" alt="Alt UNAND" width="198" height="129" loading="lazy"></p><p><span style="font-weight: 400;">Dunia saat ini sedang menahan napas. Di Timur Tengah, tensi antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai titik didih. Ancaman serangan terbuka terhadap infrastruktur minyak Iran dan janji balasan yang empat kali lebih besar dari pihak Iran menciptakan ketakutan akan disrupsi pasokan energi global yang masif. Bagi masyarakat awam, konflik ini mungkin terdengar jauh dan hanya menjadi berita di layar televisi dan di media sosial. Namun, secara ekonomi, ini adalah ancaman nyata yang bisa merambat masuk ke kantong kita, mendistorsi harga barang di pasar, hingga mengguncang stabilitas fiskal Republik Indonesia sampai ke akarnya.</span></p> <p><img src="/images/PAKAR/benny1.jpg" alt="Alt UNAND" width="198" height="129" loading="lazy"></p><p><span style="font-weight: 400;">Dunia saat ini sedang menahan napas. Di Timur Tengah, tensi antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai titik didih. Ancaman serangan terbuka terhadap infrastruktur minyak Iran dan janji balasan yang empat kali lebih besar dari pihak Iran menciptakan ketakutan akan disrupsi pasokan energi global yang masif. Bagi masyarakat awam, konflik ini mungkin terdengar jauh dan hanya menjadi berita di layar televisi dan di media sosial. Namun, secara ekonomi, ini adalah ancaman nyata yang bisa merambat masuk ke kantong kita, mendistorsi harga barang di pasar, hingga mengguncang stabilitas fiskal Republik Indonesia sampai ke akarnya.</span></p> Tidak Lolos BIMA, Disambut Berbagai Parodi di Dunia Maya 2026-04-17T08:55:46+07:00 2026-04-17T08:55:46+07:00 /berita/opini/1790-riset-pengabdian-masyarakat-bima-kemdiktisaintek-dosen.html Humas <p><img src="/images/OPINI/BB.png" alt="Alt UNAND" width="447" height="306" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">BIMA adalah Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Satu aplikasi yang digunakan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mengelola hibah penelitian dan pengabdian masyarakat untuk dosen di Perguruan tinggi negeri maupun swasta. Melalui aplikasi ini tiap tahun kementerian ini mengelola dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang jumlah dananya triliun rupiah. Tiap tahun pula para dosen selalu menunggu jadwal pendaftaran hingga pengumuman diterima atau tidaknya proposal yang diusulkan.聽</span></p> <p><img src="/images/OPINI/BB.png" alt="Alt UNAND" width="447" height="306" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">BIMA adalah Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Satu aplikasi yang digunakan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) untuk mengelola hibah penelitian dan pengabdian masyarakat untuk dosen di Perguruan tinggi negeri maupun swasta. Melalui aplikasi ini tiap tahun kementerian ini mengelola dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang jumlah dananya triliun rupiah. Tiap tahun pula para dosen selalu menunggu jadwal pendaftaran hingga pengumuman diterima atau tidaknya proposal yang diusulkan.聽</span></p> IGRS: Antara Kebutuhan Rating GIM Dengan Ketidaksiapan Kurasi Otoritas 2026-04-09T08:47:59+07:00 2026-04-09T08:47:59+07:00 /berita/opini/1780-gim-kurasi-otoritas-igrs.html Humas <p><img src="/images/OPINI/Endria.jpg" alt="Alt UNAND" width="739" height="554" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Indonesian Game Rating System (IGRS) atau Sistem Rating Gim Indonesia merupakan kebijakan terhadap klasifikasi jenis gim video (video game) berbasis umur dan konten oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Sistem ini mulai diberlakukan pada ekosistem Steam sejak 4 April 2026 dengan rating 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Selain sistem rating tersebut, Kemkomdigi berhak menolak peredaran produk gim video yang memiliki konten bermasalah dengan label RC (Refused Classification) sehingga tidak layak untuk dijual di Indonesia. Rating tersebut diimplementasikan sesuai dengan landasan hukum pada Peraturan Menteri Kominfo nomor 2 tahun 2024 tentang klasifikasi gim dan sudah tertera melalui laman resmi IGRS.</p> <p><img src="/images/OPINI/Endria.jpg" alt="Alt UNAND" width="739" height="554" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Indonesian Game Rating System (IGRS) atau Sistem Rating Gim Indonesia merupakan kebijakan terhadap klasifikasi jenis gim video (video game) berbasis umur dan konten oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Sistem ini mulai diberlakukan pada ekosistem Steam sejak 4 April 2026 dengan rating 3+, 7+, 13+, 15+, dan 18+. Selain sistem rating tersebut, Kemkomdigi berhak menolak peredaran produk gim video yang memiliki konten bermasalah dengan label RC (Refused Classification) sehingga tidak layak untuk dijual di Indonesia. Rating tersebut diimplementasikan sesuai dengan landasan hukum pada Peraturan Menteri Kominfo nomor 2 tahun 2024 tentang klasifikasi gim dan sudah tertera melalui laman resmi IGRS.</p> Strategi Reversi Biologis: Transformasi Fisik 29 Tahun Di Usia 59 Demi Investasi Hidup Panjang Hingga 89 Tahun 2026-04-07T17:43:33+07:00 2026-04-07T17:43:33+07:00 /berita/opini/1778-transformasi-fisik-investasi-hidup.html Humas <p><img src="/images/PAKAR/benny1.jpg" alt="Alt UNAND" width="198" height="129" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Banyak yang percaya bahwa penuaan adalah proses linier yang tak terelakkan鈥攕ebuah penurunan perlahan menuju kerapuhan organ. Namun, sebuah pemikiran revolusioner muncul: Jika Anda saat ini berusia 59 tahun, Anda tidak harus menerima kondisi organ yang melemah. Melalui protokol <strong>Kembali Muda</strong>, kita bertujuan menarik kondisi fisik dan fungsi organ dalam mundur 30 tahun ke belakang hingga mencapai vitalitas usia 29 tahun.</p> <p><img src="/images/PAKAR/benny1.jpg" alt="Alt UNAND" width="198" height="129" loading="lazy"></p><p style="text-align: justify;">Banyak yang percaya bahwa penuaan adalah proses linier yang tak terelakkan鈥攕ebuah penurunan perlahan menuju kerapuhan organ. Namun, sebuah pemikiran revolusioner muncul: Jika Anda saat ini berusia 59 tahun, Anda tidak harus menerima kondisi organ yang melemah. Melalui protokol <strong>Kembali Muda</strong>, kita bertujuan menarik kondisi fisik dan fungsi organ dalam mundur 30 tahun ke belakang hingga mencapai vitalitas usia 29 tahun.</p> Gelar, Nalar, dan Hilal: Mengapa Debat Ilmiah Sering Berujung pada "Serangan Pribadi"? 2026-03-26T21:44:29+07:00 2026-03-26T21:44:29+07:00 /berita/opini/1768-gelar-hilal-nalar-debat-ilmiah.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Dunia media sosial kita belakangan ini kembali gaduh oleh fenomena tahunan: perbedaan penetapan awal bulan Hijriah. Namun, kegaduhan kali ini sedikit berbeda. Di tengah kemudahan akses data astronomi melalui aplikasi seperti <em>Stellarium</em> hingga kriteria visibilitas <em>MABIMS</em> yang semakin presisi, perdebatan justru sering kali tidak berujung pada pencerahan. Yang terjadi malah benturan ego. Sering kali, argumen data dibalas dengan tameng gelar akademik atau otoritas keagamaan.</p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Dunia media sosial kita belakangan ini kembali gaduh oleh fenomena tahunan: perbedaan penetapan awal bulan Hijriah. Namun, kegaduhan kali ini sedikit berbeda. Di tengah kemudahan akses data astronomi melalui aplikasi seperti <em>Stellarium</em> hingga kriteria visibilitas <em>MABIMS</em> yang semakin presisi, perdebatan justru sering kali tidak berujung pada pencerahan. Yang terjadi malah benturan ego. Sering kali, argumen data dibalas dengan tameng gelar akademik atau otoritas keagamaan.</p> Menelusuri Jagoan Minang Yang Beraksi 2026-03-25T16:09:50+07:00 2026-03-25T16:09:50+07:00 /berita/opini/1765-unand-sumbar-pandangan-tokoh-adat.html Humas <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Bukan orang Minang di group atau pada meeting meeting seminar untuk tinggal diam. Mereka terbiasa untuk mengkritik siapapun saja, kendatipun itu pimpinan daerah, tokoh adat dan presiden sekalipun. Pokoknya apa saja masalah yang didiskusikan akan ramai, saling sahut menyahut.</p> <p><img src="/" alt="Alt UNAND"></p><p style="text-align: justify;">Bukan orang Minang di group atau pada meeting meeting seminar untuk tinggal diam. Mereka terbiasa untuk mengkritik siapapun saja, kendatipun itu pimpinan daerah, tokoh adat dan presiden sekalipun. Pokoknya apa saja masalah yang didiskusikan akan ramai, saling sahut menyahut.</p>