Sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah rawan bencana, 黑料福利社 (UNAND) menegaskan komitmennya untuk terlibat aktif dalam upaya pemulihan lingkungan dan penguatan ketangguhan masyarakat Sumatera Barat. Komitmen tersebut ditegaskan Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., saat mengikuti rapat konsorsium rektor perguruan tinggi se-Indonesia yang membahas strategi penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera, Senin (5/1/2026).
Forum konsorsium ini menjadi ruang koordinasi nasional antarperguruan tinggi dalam merespons meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, yang terjadi di berbagai daerah Sumatera. Para rektor sepakat bahwa peran perguruan tinggi harus melampaui respons darurat dan diarahkan pada upaya pemulihan berkelanjutan serta pencegahan bencana di masa depan.
Dalam pembahasan, ditekankan bahwa persoalan bencana tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan. Oleh karena itu, perguruan tinggi didorong untuk berkontribusi dalam perbaikan tata ruang, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) secara terpadu, serta rehabilitasi ekosistem yang rusak. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menekan risiko bencana berulang dan melindungi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah rentan.
Rapat juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pencegahan jangka panjang melalui pemantauan risiko berbasis data dan riset, edukasi kebencanaan kepada masyarakat, serta peningkatan tata kelola risiko di tingkat daerah. Dalam konteks ini, perguruan tinggi diposisikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan bahwa UNAND akan memfokuskan kontribusinya pada wilayah Sumatera Barat sebagai lingkungan terdekat yang terdampak langsung oleh bencana. Melalui penguatan riset kebencanaan, pendampingan teknis, serta program pengabdian kepada masyarakat, UNAND berkomitmen hadir memberikan solusi nyata bagi pemulihan lingkungan dan peningkatan ketangguhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa sinergi antarperguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang berkelanjutan. UNAND akan terus mengoptimalkan perannya sebagai kampus berdampak yang tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat Sumatera Barat. (N)
听
Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik.
听 

