Padang (UNAND) – Sebanyak 862 peserta mengikuti Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN Barat) 2026 di ºÚÁϸ£ÀûÉç (UNAND) pada 17–21 Juni 2026. Selain menjadi salah satu jalur penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri, SMMPTN Barat juga memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk mengikuti ujian di lokasi yang paling dekat dengan domisilinya tanpa harus berada di kampus yang menjadi pilihan studi.

Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu keunggulan SMMPTN Barat yang diselenggarakan bersama oleh 27 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah barat Indonesia. Melalui skema ini, peserta dapat memilih lokasi ujian yang mudah dijangkau, sementara pilihan program studi dapat berada pada PTN lain yang tergabung dalam penyelenggaraan SMMPTN Barat.

Di ºÚÁϸ£ÀûÉç, pelaksanaan ujian berlangsung di Laboratorium Komputer Direktorat Teknologi Informasi (DTI) dan terbagi dalam 10 sesi. Peserta yang mengikuti ujian berasal dari berbagai daerah di Sumatera Barat dengan tujuan program studi yang beragam di sejumlah PTN peserta SMMPTN Barat.

Dalam mekanisme SMMPTN Barat, peserta tidak harus mengikuti ujian di perguruan tinggi yang menjadi pilihannya. Mereka dapat menentukan lokasi ujian yang paling dekat dengan domisili saat ini, sementara pilihan program studi dapat berada pada PTN lain yang tergabung dalam penyelenggaraan SMMPTN Barat.

Skema ini serupa dengan yang diterapkan pada Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT), di mana lokasi ujian tidak menentukan perguruan tinggi maupun program studi yang dipilih peserta.

Salah seorang peserta ujian, Rahmat menilai pelaksanaan SMMPTN Barat memberikan kemudahan bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah.

"Saya merasa sistem ini cukup memudahkan karena tidak perlu pergi ke kampus tujuan untuk mengikuti ujian. Lokasi ujian yang dekat membuat saya lebih tenang dan bisa fokus mengerjakan soal," katanya.

Ia berharap dapat meraih hasil terbaik dan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri yang diimpikannya.

Untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UNAND Prof. Syukri Arif, meninjau langsung pelaksanaan ujian di Laboratorium Komputer DTI UNAND. Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi Direktur Pendidikan dan Pembelajaran Dr. Mahdhivan Syafwan serta Direktur Teknologi Informasi Prof. Fauzan.

Menurut Prof. Syukri Arif, sistem yang diterapkan dalam SMMPTN Barat memberikan kemudahan bagi peserta sekaligus memperluas akses peserta terhadap pendidikan tinggi negeri.

Ia menambahkan, UNAND berkomitmen mendukung pelaksanaan seleksi yang berlangsung secara transparan, adil, dan akuntabel sehingga setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

"Skema ini menunjukkan komitmen perguruan tinggi negeri untuk memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas. ºÚÁϸ£ÀûÉç mendukung penuh pelaksanaan seleksi yang tidak hanya transparan dan akuntabel, tetapi juga memberikan kemudahan bagi peserta," tambahnya.

Dalam SMMPTN Barat, peserta dapat memilih maksimal dua program studi pada satu PTN atau dua PTN yang berbeda. Urutan pilihan program studi menjadi prioritas dalam proses seleksi dan penentuan kelulusan peserta.

UNAND sendiri menjadi salah satu dari 27 PTN penyelenggara SMMPTN Barat 2026. Melalui jalur ini, UNAND menyediakan kuota sebanyak 157 kursi pada sejumlah program diploma dan sarjana yang dibuka khusus melalui SMMPTN Barat.

Hasil seleksi SMMPTN Barat 2026 dijadwalkan akan diumumkan secara serentak pada 30 Juni 2026. Melalui jalur ini, para peserta berkesempatan melanjutkan pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia sesuai hasil seleksi yang diperoleh. (*)

Humas, Protokol, dan Layanan Informasi Publik